Latar Belakang Kajian Kitab Futuhat bersama Eric Winkel

 Bismillahirrahmaanirrahiim

One thing leads to another

Dalam hidup, banyak hal yang tak terduga. Kadang satu perjalanan yang tak terduga bisa mengantarkan kita kepada takdir kehidupan yang lain. Dalam pengalaman saya, sebuah perjalanan yang  tak terduga di akhir tahun 2009 - jelang merebaknya pandemi Covid-19 - ke Oxford untuk mengikuti Simposium Internasional Ibnu Arabi membuat saya berkenalan dengan Eric Winkel, salah satu pembicara pada saat itu yang diundang langsung dari Amerika. 

Saya merasa cocok dengan gaya penuturan seorang Eric yang bisa dengan gamblang dan renyah menjelaskan ajaran Ibnu Arabi yang dirasa sulit untuk kebanyakan orang. Dan saya perhatikan kalau saya bukan satu-satunya yang merasa terbantu oleh hasil belajar beliau menekuni Kitab Futuhat dan menerjemahkannya selama lebih dari 20 tahun itu. Alhamdulillah, sungguh sebuah pertolongan dari Allah Ta'ala. 

Setelah pertemuan di Oxford itu saya mengikuti kelas kajian online yang Eric Winkel selenggarakan seiring dengan pandemi Corona di tahun 2020 mulai merebak ke seluruh dunia. Bulan Juni 2021 usulan saya diterima untuk mengadakan kelas kecil kajian terbatas kitab Futuhat yang pada awalnya bertolak dari ide untuk menggali pengalaman pribadi beliau sebagai seorang mualaf yang kemudian masuk Islam setelah mengembara mempelajari berbagai macam agama dunia - akhirnya menemukan labuhannya di kekaryaan Ibnu Arabi yaitu Kitab Futuhat. 

Tulisan yang ada di blog ini adalah bersumber dari diskusi online saya dengan Eric Winkel. Saya pikir khazanah yang ada terlalu berharga untuk disimpan di hard-drive memory komputer saya saja. Banyak khazanah Ibnu Arabi yang patut kita gali dan kita hayati sebagai umat Rasulullah Muhammad saw. Karena Ibnu Arabi adalah seoran waliyullah khataman Muhammadiyah. Khazanah yang keluar dari beliau banyak menerangkan aspek agama Islam secara menakjubkan. Hal itu mencerminkan aql batiniyah beliau yang tinggi hingga bisa berfungsi sebagai ensiklopedia dalam khazanah urusan ke-Muhammad-an. 

Terlepas dari kontroversi yang ada tentang ajaran Ibnu Arabi yang dalam hemat saya sebetulnya hanya berupa salah paham tentang apa yang beliau maksudkan. Maka saya mengundang pembaca untuk dengan jernih membaca secara obyektif khazanah yang ada. Semoga bisa mengambil manfaat darinya.

Amsterdam, 27 Mei 2022 / 26 Syawwal 1443 H

di musim panas yang berangin kencang dengan suhu 16 C

Pukul 10.38 pagi

Comments